dilipost.com
ADVERTISEMENT

Headlines News

Ads

Ekonomi

Video

Saturday, 10 January 2026

Tim Bakamla NTT Fasilitasi Pemulangan Nelayan dari Timor Leste

Espesial 

Dilipost.com - Pemulangan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera yang terdampar di perairan Timor Leste dibantu oleh Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang. Serah terima dilakukan pada hari Rabu, 7 Januari 2026, di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., Kepala Stasiun Bakamla Kupang, secara resmi menerima keenam ABK dari KBRI Dili dengan menandatangani Berita Acara Serah Terima.

Kepala PLBN Motaain Atambua menghadiri acara tersebut, bersama dengan perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kabupaten TTS, TTU, Belu, dan Malaka, serta personel imigrasi dan lembaga terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Nugroho Yuwono Aribhino, Wakil Menteri KBRI Dili, menyatakan bahwa pada 3 Januari 2026, Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) mengirimkan laporan tentang enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap.

Saat perjalanan kembali melaut, para ABK diketahui mengalami kerusakan mesin kapal, yang menyebabkan mereka terombang-ambing di laut selama beberapa hari karena kekurangan logistik.

Setelah melihat anjungan migas Bayu Undan, para ABK memberikan sinyal darurat dan kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos berhasil dievakuasi. Kapal nelayan yang sempat ditarik kemudian tenggelam karena cuaca buruk.

Selanjutnya, keenam ABK dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI Dili. KBRI menawarkan segala kebutuhan dasar mereka, termasuk perawatan kesehatan, dan administrasi pemulangan.

Sebagaimana dilaporkan oleh Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, sejak 29 Desember 2025, Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera.

Sejak saat itu, ada kolaborasi ketat dengan Kantor SAR Kupang, pihak keluarga, dan instansi terkait. Sesuai arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah melalui Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna, Bakamla RI segera memulai koordinasi berjenjang setelah mengetahui bahwa ABK ada di Timor Leste.

Saya berterima kasih karena keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke rumah. Mayor Yeanry menyatakan bahwa ini menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan.

Selain itu, Bakamla RI mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan bahwa kapal siap, memiliki semua dokumen yang diperlukan, dan memiliki alat navigasi dan komunikasi tersedia sebelum melaut. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko dan mempercepat penanganan dalam keadaan darurat di laut.

Setelah proses serah terima di PLBN Motaain, keenam ABK dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah tersebut untuk diserahkan kepada keluarga masing-masing. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tenang, dan lancar.

Satu nahkoda dan lima ABK yang dipulangkan adalah Erfan Agus (Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali. ****


 

Monday, 15 December 2025

Dunia Terancam Malaria, Timor Leste Justru Dinyatakan Bebas



Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus

 

Berita buruk datang dari sektor kesehatan global. Pada hari Kamis, 4 Desember 2025, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa angka kematian akibat malaria telah meningkat lagi sepanjang tahun sebelumnya.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan peringatan keras tentang peningkatan jumlah kasus baru dan munculnya resistensi terhadap pendekatan pengobatan yang saat ini digunakan.

Menurut laporan terbaru, sekitar 282 juta kasus dan 610.000 kematian terjadi di seluruh dunia pada tahun 2024, sedikit lebih tinggi dari 12 bulan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa penyakit yang ditularkan nyamuk masih menjadi masalah kesehatan global yang serius dan berkelanjutan.

Kekhawatirannya diungkapkan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti yang dia katakan, kombinasi antara peningkatan jumlah kasus dan penurunan dana di seluruh dunia "mengancam untuk memutar balik kemajuan yang telah kita buat selama dua dekade terakhir."

Tetapi Tedros tetap optimis, bahwa, "Tidak satu pun dari tantangan ini yang tidak dapat diatasi." Dia menegaskan bahwa visi dunia bebas malaria masih dapat dicapai dengan kepemimpinan negara-negara yang paling terkena dampak dan investasi yang ditargetkan.

Afrika Masih Jadi Titik Panas Benua Afrika masih merupakan daerah yang paling terkena dampak. Data menunjukkan bahwa Afrika bertanggung jawab atas 94% dari kasus dan 95% dari kematian akibat malaria. Sangat menyedihkan bahwa sebagian besar korban (75 persen) adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, atau balita.

Lima negara—Republik Demokratik Kongo, Etiopia, Mozambik, Nigeria, dan Uganda—menyumbang lebih dari separuh kasus global, menurut WHO.

Dalam situasi yang tidak menguntungkan, Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa kemajuan terus terjadi. Sebanyak 24 negara telah memulai program imunisasi rutin sejak vaksin malaria pertama disetujui pada 2021.

Sekarang ada program kemoprevensi, penggunaan obat pencegah infeksi selama musim hujan, dan faktor risiko tinggi. Cakupannya meningkat pesat, menjangkau 54 juta anak pada tahun 2024, naik jauh lebih dari hanya 200.000 anak pada tahun sebelumnya.

Berita baik lainnya adalah bahwa WHO telah mengakui 47 negara dan satu wilayah sebagai "bebas malaria". Yang terbaru dari ini adalah Tanjung Verde dan Mesir pada tahun 2024; Georgia, Suriname, dan Timor Leste, yang merupakan tetangga Indonesia, pada tahun 2025.

Daniel Ngamije, Direktur Malaria dan Penyakit Tropis Terabaikan WHO, mengatakan bahwa "perang" melawan malaria telah terhenti dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim, konflik geopolitik, dan resistensi nyamuk terhadap insektisida dan obat-obatan adalah pemicu utamanya.

Menurut Gamije, keadaan menjadi lebih buruk karena kurangnya dana. Sekarang ada "risiko nyata berupa kebangkitan penyakit yang masif dan tak terkendali."

Target WHO untuk mengurangi angka kematian masih belum tercapai. Jumlah 610.000 kematian pada tahun 2024 setara dengan 13,8 kematian per 100.000 orang, tiga kali lebih tinggi dari target global sebesar 4,5 kematian per 100.000 orang.

Nah Itu Dia!!!

Teknologi

International

Entertainment


Opini

Lifestyle


Travel

Politik


Olahraga

© Copyright . dilipost.com | All Right Reserved

Develop by Micro IT .NET Technology